Menyalakan LED Saat Tombol Ditekan

Pelajari cara mengontrol LED menggunakan Push Button pada Arduino Uno R3 dengan metode INPUT_PULLUP. Panduan pemula ini mencakup konfigurasi pinout hardware, kode program C++ Active LOW yang optimal, simulator interaktif real-time, serta tiga tantangan praktikum terstruktur untuk menguji pemahaman logika digital mikrokontroler Anda secara langsung.

PEMULA • 15 MENIT

Push Button #1 — Menyalakan LED Saat Tombol Ditekan

Pelajari cara membaca input digital dari Push Button menggunakan internal resistor INPUT_PULLUP pada Arduino Uno R3. Melalui proyek ini, Anda akan memahami konsep logika pembacaan sinyal digital (Active LOW) untuk mengontrol komponen output seperti LED.

1. Konfigurasi Rangkaian (Pinout)

Komponen Pin Arduino Uno Keterangan
Push Button (Kaki 1) Pin 2 Digital Input (Internal Pull-Up)
Push Button (Kaki 2) GND Ground
LED (Anoda) Pin 13 Digital Output (LED Built-in)
LED (Katoda) GND Ground

2. Kode Program (C++)

// Definisi Pin
const int BUTTON_PIN = 2;
const int LED_PIN    = 13;

void setup() {
  // Mengaktifkan Pull-up Resistor Internal pada Pin 2
  pinMode(BUTTON_PIN, INPUT_PULLUP);
  
  // Mengatur Pin 13 sebagai Output
  pinMode(LED_PIN, OUTPUT);
}

void loop() {
  // Membaca status tombol (HIGH / LOW)
  int buttonState = digitalRead(BUTTON_PIN);

  // Logika Active LOW: Tombol ditekan = LOW
  if (buttonState == LOW) {
    digitalWrite(LED_PIN, HIGH); // LED Nyala
  } else {
    digitalWrite(LED_PIN, LOW);  // LED Mati
  }
}

3. Simulasi Interaktif

Simulasi Real-Time Sinyal & Hardware
LED (Pin 13)
Push Button (Pin 2)
digitalRead(2): HIGH (1) [Pull-Up]
digitalWrite(13): LOW (0)
Status Fisik LED: MATI (OFF)

4. Tantangan Praktikum

Tantangan 1: Pembalikan Logika (Active HIGH)

Ubah logika program agar LED justru menyala saat tombol dilepas, dan mati saat tombol ditekan.

Tantangan 2: Saklar Toggle (On / Off Persistent)

Modifikasi kode agar sekali tombol ditekan LED akan terus menyala. LED baru akan mati jika tombol ditekan kembali untuk kedua kalinya.

Share:

RGB LED dengan Perulangan For — Arduino Uno R3

Pelajari cara mengendalikan LED RGB menggunakan perulangan `for()` pada Arduino Uno R3. Melalui proyek sederhana ini, Anda akan memahami perubahan intensitas warna secara bertahap menggunakan PWM, sekaligus mengenal konsep dasar perulangan dalam C++. Cocok bagi pemula yang ingin membangun fondasi pemrograman mikrokontroler dengan praktik langsung.

Pemula · 20 menit

RGB LED dengan Perulangan for — Arduino Uno R3

Membuat LED RGB bertransisi halus dari merah → hijau → biru → merah menggunakan tiga blok for dan analogWrite().

01Alat & Rangkaian

LED RGB yang dipakai di sini tipe common cathode (kaki terpanjang = GND). Kalau LED-mu tipe common anode, tinggal ganti nilai 255 - i menjadi i dan sebaliknya pada kode di bawah.

  • Pin 9→ resistor 220Ω → kaki Merah (R)
  • Pin 10→ resistor 220Ω → kaki Hijau (G)
  • Pin 11→ resistor 220Ω → kaki Biru (B)
  • GND→ kaki common cathode (kaki terpanjang)
CatatanPin 9, 10, 11 dipilih karena bertanda "~" — pin PWM yang bisa dipakai analogWrite() untuk mengatur kecerahan tiap warna dari 0–255.

02Kode Program

Logikanya: setiap transisi warna (misal merah→hijau) dilakukan dengan satu for yang berjalan i = 0 sampai 255. Selama loop, satu channel diturunkan (255 - i) sementara channel berikutnya dinaikkan (i) — hasilnya warna berbaur secara halus.

#define redPin 9
#define greenPin 10
#define bluePin 11

void setup() {
  pinMode(redPin, OUTPUT);
  pinMode(greenPin, OUTPUT);
  pinMode(bluePin, OUTPUT);
}

void loop() {
  // Merah -> Hijau
  for (int i = 0; i <= 255; i++) {
    analogWrite(redPin, 255 - i);
    analogWrite(greenPin, i);
    delay(10);
  }
  // Hijau -> Biru
  for (int i = 0; i <= 255; i++) {
    analogWrite(greenPin, 255 - i);
    analogWrite(bluePin, i);
    delay(10);
  }
  // Biru -> Merah
  for (int i = 0; i <= 255; i++) {
    analogWrite(bluePin, 255 - i);
    analogWrite(redPin, i);
    delay(10);
  }
}
  • #defineMemberi nama ke nomor pin supaya kode gampang dibaca — redPin jelas maksudnya dibanding angka 9 polos.
  • for (int i…)Variabel i naik dari 0 ke 255, dipakai sebagai nilai kecerahan sekaligus penghitung langkah transisi.
  • 255 - iTrik supaya satu channel meredup persis saat channel lain menyala, sehingga warnanya berbaur alih-alih berkedip.
  • delay(10)Jeda 10ms tiap langkah — total satu transisi memakan waktu ±2.5 detik (256 × 10ms). Perkecil angka ini untuk transisi lebih cepat.

03Simulasi

Simulasi di bawah menjalankan logika for yang sama persis seperti kode di atas — bukan animasi acak.

rgb(0,0,0)
R
0
G
0
B
0
// Merah -> Hijau, i = 0

04Tantangan

Coba kerjakan tanpa lihat contoh dulu — pakai simulasi di atas untuk mengecek dugaanmu sebelum diunggah ke board asli.

  1. Tambahkan jeda 500ms setiap kali warna mencapai murni (merah, hijau, atau biru penuh) sebelum lanjut ke transisi berikutnya.
  2. Ganti delay(10) dengan nilai dari potensiometer di pin A0 (pakai analogRead() lalu map() ke rentang 1–40ms), supaya kecepatan transisi bisa diatur langsung dari rangkaian.
  3. Tambahkan sebuah push button di pin 2: selama tombol ditekan, transisi warna berhenti (freeze) di warna saat itu.
  4. Coba ganti salah satu baris analogWrite(redPin, 255 - i) menjadi analogWrite(redPin, -(255 - i)), unggah ke board, lalu amati LED-nya. Bandingkan dengan penjelasan soal nilai negatif PWM di atas — apakah hasilnya sesuai dugaanmu?
  5. Buat urutan warna baru yang melewati ungu (campuran merah + biru) sebelum kembali ke merah, jadi total ada 4 transisi bukan 3.
Handout ini boleh disalin ulang untuk keperluan belajar/mengajar.
Share:

RGB LED Menggunakan for()

📄 HANDOUT PRAKTIKUM MIKROKONTROLER

Kontrol Gradasi Warna RGB LED Menggunakan Perulangan for()

📍 Target: Arduino UNO R3 💡 LED: Common Cathode ⚡ Resistor: 220 Ω đŸ’» Bahasa: C++

🎯 Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami karakteristik & pengabelan LED RGB tipe Common Cathode (Katoda Bersama).
  2. Memahami prinsip kerja sinyal Pulse Width Modulation (PWM) pada Arduino.
  3. Mengimplementasikan fungsi perulangan for() dalam C++ untuk efek transisi warna (*fading*).

🛠️ Alat dan Bahan

Komponen Spesifikasi / Keterangan Jumlah
Microcontroller Arduino UNO R3 1 Unit
Output Utama LED RGB Common Cathode 1 Pcs
Komponen Pasif Resistor 220 Ohm (1/4 Watt) 3 Pcs
Penghubung Breadboard MB102 & Kabel Jumper M-M Secukupnya

💡 Konsep Dasar & Pengabelan (Wiring)

Pada tipe Common Cathode (CC), kaki katoda (terpanjang) dihubungkan ke GND. Pin Red, Green, dan Blue dihubungkan ke pin PWM Arduino melalui resistor limitasi 220 Ω.

Kaki LED RGB Komponen Perantara Pin Arduino UNO
Red (R) Resistor 220 Ω Pin 9 (PWM)
Katoda (Terpanjang) Koneksi Langsung GND
Green (G) Resistor 220 Ω Pin 10 (PWM)
Blue (B) Resistor 220 Ω Pin 11 (PWM)
⚠️ Catatan Sinyal PWM:
Fungsi analogWrite(pin, nilai) menerima parameter nilai 0 s.d. 255. Nilai 0 berarti tegangan 0V (mati), dan 255 berarti 5V (terang maksimum).

đŸ’» Kode Program C++

Klik tombol Copy Code untuk menyalin kode ke **Arduino IDE**:

Arduino_RGB_ForLoop.ino
/*
  Handout Praktikum: RGB Fading dengan fungsi for()
  Board: Arduino UNO R3
  Jenis LED: Common Cathode
*/

// Deklarasi pin PWM
const int pinRed   = 9;
const int pinGreen = 10;
const int pinBlue  = 11;

void setup() {
  // Konfigurasi pin sebagai OUTPUT
  pinMode(pinRed, OUTPUT);
  pinMode(pinGreen, OUTPUT);
  pinMode(pinBlue, OUTPUT);
}

void loop() {
  // -------------------------------------------------------------
  // EFEK 1: Redup ke Terang & Terang ke Redup (Merah)
  // -------------------------------------------------------------
  for (int i = 0; i <= 255; i++) {
    analogWrite(pinRed, i);   // Kecerahan bertambah seiring nilai i
    analogWrite(pinGreen, 0); // Warna lain mati
    analogWrite(pinBlue, 0);
    delay(10);                // Kecepatan transisi (10ms)
  }

  for (int i = 255; i >= 0; i--) {
    analogWrite(pinRed, i);
    delay(10);
  }

  // -------------------------------------------------------------
  // EFEK 2: Transisi Halus Warna Merah ke Hijau (Crossfade)
  // -------------------------------------------------------------
  for (int i = 0; i <= 255; i++) {
    analogWrite(pinRed, 255 - i); // Merah perlahan mati (255 -> 0)
    analogWrite(pinGreen, i);     // Hijau perlahan menyala (0 -> 255)
    analogWrite(pinBlue, 0);
    delay(10);
  }

  // -------------------------------------------------------------
  // EFEK 3: Transisi Halus Warna Hijau ke Biru
  // -------------------------------------------------------------
  for (int i = 0; i <= 255; i++) {
    analogWrite(pinRed, 0);
    analogWrite(pinGreen, 255 - i); // Hijau mati
    analogWrite(pinBlue, i);        // Biru menyala
    delay(10);
  }

  // -------------------------------------------------------------
  // EFEK 4: Transisi Halus Warna Biru kembali ke Merah
  // -------------------------------------------------------------
  for (int i = 0; i <= 255; i++) {
    analogWrite(pinRed, i);         // Merah menyala
    analogWrite(pinGreen, 0);
    analogWrite(pinBlue, 255 - i); // Biru mati
    delay(10);
  }
}

🔍 Analisis Logika Perulangan for()

for ( int i = 0 ; i <= 255 ; i++ )
  • int i = 0 : Inisialisasi variabel counter awal (i = 0).
  • i <= 255 : Syarat perulangan tetap berjalan selama nilai i ≤ 255.
  • i++ : Nilai i bertambah 1 setiap kali siklus perulangan selesai.
  • 255 - i : Membalik nilai agar kecerahan meredup secara bertahap dari 255 ke 0.

🎹 Simulasi Interaktif

Klik tombol di bawah untuk melihat simulasi efek perulangan for() pada LED RGB secara *real-time*:

Status: Standby

📝 Tugas & Latihan Mandiri

  1. Uji Kecepatan: Ubah nilai delay(10) menjadi delay(2) dan delay(50). Tuliskan perbedaannya!
  2. Warna Kuning: Buatlah satu blok perulangan for() baru yang memunculkan warna Kuning (kombinasi Merah + Hijau) secara bertahap!
  3. Analisis: Apa yang akan terjadi jika nilai variabel i dinaikkan melebihi batas 255? Jelaskan alasannya!
Share:

Exam1

1. Choose the correct sentence:
2. Which sentence is correct?
3. Choose the correct word: “They ___ watching TV.”
4. Choose the correct form: “I have ___ friends.”
5. Which one is correct?
Share:

東 äșŹăƒ‡ă‚Łă‚șăƒ‹ăƒŒăƒȘă‚ŸăƒŒăƒˆ

東äșŹăƒ‡ă‚Łă‚șăƒ‹ăƒŒăƒȘă‚ŸăƒŒăƒˆ

東äșŹăšă†ăă‚‡ă†ăƒ‡ă‚Łă‚șăƒ‹ăƒŒăƒȘă‚ŸăƒŒăƒˆăŻ、 ćƒè‘‰ăĄă° 県けん æ”Šćź‰ă†ă‚‰ă‚„ă™ ćž‚ă—ă«ă‚ă‚‹ăƒ†ăƒŒăƒžăƒȘă‚ŸăƒŒăƒˆă§ă™。 東äșŹăšă†ăă‚‡ă†ăƒ‡ă‚Łă‚șăƒ‹ăƒŒăƒ©ăƒłăƒ‰ăš 東äșŹăšă†ăă‚‡ă†ăƒ‡ă‚Łă‚șăƒ‹ăƒŒă‚·ăƒŒăšă„ă† 2ă”ăŸă€ăźăƒ†ăƒŒăƒžăƒ‘ăƒŒă‚ŻăŒă‚ă‚ŠăŸă™。 ディă‚șăƒ‹ăƒŒăƒ©ăƒłăƒ‰ăŻă‚ąăƒĄăƒȘă‚«ă‚„ äž­ć›œăĄă‚…ă†ă”ăă«ă‚ă‚‹ă‚‚ăźăš 搌おăȘă˜ă‚żă‚€ăƒ—ăźăƒ†ăƒŒăƒžăƒ‘ăƒŒă‚Żă§、 ă‚·ăƒłăƒœăƒ«ăźă‚·ăƒłăƒ‡ăƒŹăƒ© 柎じょうを äž­ćżƒăĄă‚…ă†ă—ă‚“ă«、 ăƒˆă‚„ăƒąăƒ­ăƒŒăƒ©ăƒłăƒ‰、ăƒ•ă‚Ąăƒłă‚żă‚žăƒŒăƒ©ăƒłăƒ‰ăȘど、 èšˆă‘ă„7ă€ăźăƒ†ăƒŒăƒžăƒ©ăƒłăƒ‰ăŒă‚ă‚ŠăŸă™。 ディă‚șăƒ‹ăƒŒă‚·ăƒŒăŻ、 æ—„æœŹă«ă»ă‚“ă«ă—ă‹ăȘいă‚ȘăƒȘă‚žăƒŠăƒ«ăźăƒ†ăƒŒăƒžăƒ‘ăƒŒă‚Żă§、 「æ”·ă†ăż」ă‚’ăƒ†ăƒŒăƒžă«ă—ăŠă„ăŸă™。 ăă‚Œăžă‚Œăźăƒ‘ăƒŒă‚Żăź äž­ăȘă‹ă«ăŻă„ă‚ă„ă‚ăȘă‚ąăƒˆăƒ©ă‚Żă‚·ăƒ§ăƒłăŒă‚ă‚Š、 ăŸăŸă‚·ăƒ§ăƒŒă‚‚ 1いち æ—„ă«ăĄă« äœ•ć›žăȘんかいか èĄŒăŠă“ăȘă‚ă‚ŒăŠă„ăŸă™。

äŒ‘æ—„ăă‚…ă†ă˜ă€ă‚„ ç„æ—„ă—ă‚…ăă˜ă€ćčŽæœ«ćčŽć§‹ă­ă‚“ăŸă€ă­ă‚“ă—ć€äŒ‘ăȘ぀やすみや æ˜„äŒ‘ăŻă‚‹ă‚„ă™ăżăȘど ć­Šæ ĄăŒăŁă“ă†ăŒ äŒ‘ă‚„ă™ăżă«ăȘる æ™‚æœŸă˜ăăŻ、 非澾ăČă˜ă‚‡ă†ă« æ··é›‘ă“ă‚“ă–ă€ă—ăŸă™。 ă‚ąăƒˆăƒ©ă‚Żă‚·ăƒ§ăƒłă« äč—ăźă‚‹ăŸă‚ă«、 æ•°æ™‚é–“ă™ă†ă˜ă‹ă‚“ ćŸ…ăŸăŸăȘければăȘらăȘă„ă“ăšă‚‚ă‚ˆăă‚ă‚ŠăŸă™。 èĄŒă„ă ć‰ăŸăˆă« ć…ŹćŒă“ă†ă—ăăźă‚ąăƒ—ăƒȘă‚’ăƒ€ă‚Šăƒłăƒ­ăƒŒăƒ‰ă—ăŠ、 「ファă‚čトパă‚čă”ăă™ăšă±ă™ćŸ…ăŸăŸăšă« ć„Șć…ˆçš„ă‚†ă†ă›ă‚“ăŠăă« ă‚ąăƒˆăƒ©ă‚Żă‚·ăƒ§ăƒłă« äč—ăźă‚‹ă“ăšăŒă§ăă‚‹ăƒă‚±ăƒƒăƒˆ)」を ă“ăŸă“ăŸă‚ă« 揖べるăȘど、 æș–ć‚™ă˜ă‚…ă‚“ăłăš ćŻŸç­–ăŸă„ă•ăăŒ ćŠčæžœçš„ă“ă†ă‹ăŠăă§ă™。 ăŸăŸ、 æ··é›‘ă“ă‚“ă–ă€ă™ă‚‹ æ—„ăČは ć…„ć Žă«ă‚…ă†ă˜ă‚‡ă† è‡Șäœ“ă˜ăŸă„ăŒ ćˆ¶é™ă›ă„ă’ă‚“ă•ă‚Œă‚‹ă“ăšă‚‚ă‚ă‚ŠăŸă™ăźă§、 èĄŒă„ă æ—„ăČが æ±șăăŸăŁăŠă„ă‚‹ăšăăŻ、 æœŸæ—„ăă˜ă€ æŒ‡ćźšă—ăŠă„ăźăƒă‚±ăƒƒăƒˆă‚’ èČ·ă‹ăŁăŠăŠă ćż…èŠăČă€ă‚ˆă†ăŒă‚ă‚ŠăŸă™。

Share:

Istri yang Tidak Makan Nasi

Pada suatu waktu, hiduplah seorang pria yang sudah cukup tua untuk menikah, tetapi dia tetap lajang karena dia sangat pelit dan berpikir bahwa istri akan menghabiskan makanannya.  

Orang-orang mencoba mencarikan pasangan untuknya. “Bagaimana dengan wanita muda itu?” “Bagaimana dengan gadis ini?”  

Tetapi dia menjawab, “Oh, tidak. Saya tidak mau istri. Istri makan nasi. Dia juga menghabiskan uang saya. Saya tidak mau punya istri.” Namun, orang-orang tetap mencoba mencarikan pasangan untuknya. Jadi dia berkata, “Saya akan menikah jika ada wanita yang tidak makan.”  

Suatu malam, seseorang mengetuk pintu pria itu. Dia membuka pintu dan melihat seorang wanita muda yang cantik berdiri di sana. Rambutnya yang panjang diikat ke belakang. Dia memiliki mulut yang sangat kecil. Dengan suara lembut, dia berkata bahwa dia tersesat dan meminta tempat bermalam.  

“Aku akan membiarkanmu menginap jika kamu tidak makan,” kata pria itu.  

“Tidak, aku tidak akan makan apa pun,” jawab wanita itu. Maka dia memberinya tempat bermalam.  

Keesokan paginya ketika dia bangun, dia menemukan sarapan sudah disiapkan untuknya. Wanita itu tersenyum di samping meja sarapannya.  

“Kamu tidak makan, kan?” tanya pria itu.  

“Tidak, aku tidak makan,” jawab wanita itu sambil tersenyum dengan mulut kecilnya.  

Saat pria itu kembali dari pekerjaannya di hutan, dia mendapati makan malamnya sudah siap, dan wanita itu tersenyum di sisinya. Pria itu menanyakan apakah dia mau makan bersamanya.  

“Aku tidak makan,” jawab wanita itu.  

Pria itu, berpikir dia adalah wanita yang sangat baik, bertanya apakah dia mau menikah dengannya.  

“Ya,” jawab wanita itu, “Aku ingin menjadi istrimu.”  

Pria itu bertanya-tanya, mungkinkah benar bahwa dia tidak makan? Tapi dia memutuskan untuk menikahinya.  

Keesokan paginya ketika dia bangun, dia mendengar suara dari dapur. Kamarnya sudah bersih. Sarapannya sudah siap. Pengantin wanitanya duduk di samping meja, tersenyum, dan memperhatikannya makan. Dia makan banyak porsi nasi. Namun, dia hanya tersenyum dan memperhatikannya makan.  

Setiap hari seperti itu. Pria itu mulai merasa bersalah. Suatu ketika, dia bertanya pada istrinya, “Kamu tidak ingin makan bersamaku?” Tapi dia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum dengan mulut kecilnya.  

Pria itu sangat senang. Dia membanggakan istrinya kepada teman-temannya. “Istriku adalah istri terbaik di seluruh Jepang. Dia cantik. Dia bekerja sangat keras. Dia sama sekali tidak makan. Dia yang terbaik.”  

“Tapi tidakkah menurutmu itu aneh?” kata teman-temannya. “Semua manusia makan melalui mulut dan mengeluarkannya di bawah. Itu alami. Jika dia tidak makan apa pun, dia mungkin makhluk jahat yang tidak alami. Lebih baik kamu berhati-hati.”  

Keesokan paginya, suami itu, menjadi gelisah karena ucapan teman-temannya, pura-pura pergi bekerja di gunung tetapi diam-diam pulang untuk mengintip perilaku istrinya. Dia berjalan di belakang rumah, naik ke langit-langit, dan mengintip ke dalam.  

Istrinya membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Kemudian dia pergi ke gudang penyimpanan. Dia membawa keluar sebuah karung besar berisi beras dan menuangkan beras itu ke dalam panci besar, zaza zaza (bunyi beras dituangkan). Dia membawanya ke sumur. Dia mencuci beras itu.  

Kassya, kassya, kassya (bunyi mencuci beras).  

Kyukyu, Zazazaza.  

Shakka, shakka, shakka, zazazaza.  

Dia meletakkan panci itu di atas kompor dan menyalakan api.  

Bo, bo, bo, bo (bunyi api).  

Suaminya di langit-langit berpikir, “Apa ini? Ada apa? Apakah kita mengundang tamu untuk makan malam hari ini? Dia memasak begitu banyak beras.”  

Dia terus mengintip. Setelah nasi matang, istrinya membuka tutup panci. Dia mengambil segenggam nasi dan mulai membuat bola-bola nasi sebesar kepala bayi. Dia meletakkannya di atas tutup panci. Berapa banyak bola nasi yang dibuatnya, tidak diketahui, tetapi dia membuat banyak sekali bola nasi yang padat dan meletakkannya di atas tutup panci. Setelah selesai, dia melepas pita dari rambutnya dan membiarkan rambutnya terurai. Dia membelah rambutnya dari tengah.  

Di atas kepalanya, ada mulut besar. Dia melemparkan bola nasi ke mulut itu, Pon!  

Dia mengunyah, Amu, amu, amu. Dia menelan, Gokun!  

Dia melemparkan bola nasi lagi. Dia mengunyah dan menelan, Musha, musha, musha. Gokun!  

Dia terus melempar bola nasi, Pon, pon, pon, pon. 

Musha, musha, musha, musha. Gokun!  

Dalam beberapa detik, semua bola nasi sudah masuk ke dalam mulut besar di atas kepalanya. Setelah selesai, dia mengikat rambutnya kembali di belakang lehernya. Dia tampak seperti tidak terjadi apa-apa.  

Suaminya yang berada di langit-langit mulai gemetar ketakutan melihat kejadian itu. Dia hampir jatuh, tetapi berhasil bertahan dan mencoba menenangkan diri. Butuh beberapa waktu. Kemudian dia turun dari belakang rumahnya dan pergi ke gudang tempat dia menyimpan banyak karung beras. Dia menemukan bahwa karung-karung beras itu hampir habis.  

Dia tidak tahu harus berbuat apa, tetapi dia kembali ke gunung untuk berpikir.  

Pada malam harinya, dia pulang, berpura-pura bahwa dia bekerja sepanjang hari di gunung. Dia duduk di depan istrinya dan berkata, “Aku ingin menceraikanmu. Tolong tinggalkan aku.”  

“Oh, ya?” kata istrinya. Dia tampak tidak terkejut. “Jika kamu ingin menceraikan aku, aku ingin membawa satu benda dari rumah ini ketika aku pergi. Apakah itu boleh?” tanyanya.  

Dia senang karena istrinya akan pergi dengan damai, hanya meminta satu benda. “Tentu saja. Tentu saja. Ambil apa saja yang kamu mau.”  

“Aku ingin bak mandi,” kata istrinya.  

Hanya bak mandi? Itu bukan masalah. “Silakan. Ambil saja.”  

Baru saja dia mengatakan itu, istrinya berubah menjadi wanita liar Yamanba. Dia berlari ke rumah mandi, mengambil bak kayu yang kosong, menangkap suaminya di leher, memasukkannya ke dalam bak, menutupnya dengan tutup tebal, dan berlari ke rumahnya di gunung sambil memikul bak itu di pundaknya.  

Pria di dalam bak berjuang untuk keluar. Tetapi istrinya, yang sekarang menunjukkan wujud aslinya sebagai Yamanba, terus berlari membawa bak itu.  

Setelah beberapa saat, meskipun Yamanba kuat, dia tampaknya lelah. Dia menemukan batu besar di bawah pohon, duduk, dan beristirahat.  

Itu memberi pria itu kesempatan untuk melarikan diri. Dia meraih dahan di atasnya dan memanjat keluar dari bak ke pohon, menendang kembali tutup bak ke tempatnya.  

Yamanba tidak menyadari bahwa dia telah pergi. Ketika dia mengangkat bak itu lagi, dia berkata, “Oh, setelah istirahat yang baik, bak ini terasa lebih ringan. Bagus. Bagus.”  

Ketika Yamanba sampai di rumahnya di gunung dan membuka tutup bak untuk menunjukkan "oleh-oleh" kepada tetangganya, dia menemukan bahwa pria itu telah melarikan diri. Dia segera mengejarnya. Tetapi pria itu telah berlari menuruni gunung dan bersembunyi di ladang penuh tanaman mugwort dan sweet-flag.  

Yamanba mengejarnya. “Aku mencium baunya. Bau itu datang dari arah sini.”  

Ketika dia melewati ladang itu, daun-daun tajam dari sweet-flag menusuk matanya. Dia tidak bisa melihat. Tetapi dia tetap mengikuti baunya.  

Namun, dikatakan bahwa makhluk supernatural tidak suka bau mugwort. “Aku tidak suka bau ini,” kata Yamanba. Dia tidak bisa mendekat lebih jauh. Dia menyerah dan kembali ke gunung.  

Pria itu nyaris melarikan diri dengan nyawanya dan kembali ke rumahnya. Setelah itu, dia menggantungkan mugwort dan sweet-flag di bawah atap rumahnya untuk melindungi dirinya dari Yamanba.  

Itu terjadi pada tanggal 5 Mei. Hingga hari ini, orang-orang desa menggantung daun sweet-flag dan mugwort di bawah atap rumah mereka pada tanggal 5 Mei untuk mengusir kejahatan.  

Share:

Coba

Toggle Top Furigana

æ˜Ÿă»ć‡șćœ°ă‚ăćœŠæ§˜ă•ăŸ

Share:

About

BTemplates.com